Search
Search

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal

  • Home
  • Berita
  • Mendag Apresiasi LPPOM: Festival Syawal Perkuat Rantai Pasok Halal Indonesia dari Hulu
Mendag Apresiasi LPPOM: Festival Syawal Perkuat Rantai Pasok Halal Indonesia dari Hulu

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengapresiasi inisiatif LPPOM melalui Festival Syawal sebagai langkah strategis memperkuat industri halal dari hulu ke hilir. Di tengah capaian ekspor halal 64,42 miliar dolar AS pada 2025, program ini mendorong penguatan rantai pasok khususnya akses bahan baku halal bagi UMK sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Syawal yang diinisiasi oleh LPPOM sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan perdagangan dan industri halal nasional. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Ramadan, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global.

“Festival ini bukan sekadar silaturahmi pasca-Ramadan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi Islam global,” ujar Menteri Perdagangan dalam sambutannya di Puncak Festival Syawal LPPOM 1447 H yang digelar di Peninsula Hotel, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Mengacu pada laporan State of Global Islamic Economy 2025, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam. Capaian ini turut didukung oleh kinerja ekspor produk halal yang terus menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, nilai ekspor halal Indonesia bahkan mencapai angka tertinggi sebesar 64,42 miliar dolar AS. Angka ini memperlihatkan bahwa produk halal Indonesia semakin kompetitif dan diterima di pasar global.

“Capaian ini menunjukkan bahwa produk halal Indonesia semakin kompetitif dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar global,” tambahnya.

Melihat potensi tersebut, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pasar domestik sekaligus memperluas akses ekspor produk halal ke pasar internasional. Upaya ini diwujudkan melalui tiga program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program “dari lokal untuk global” yang mendorong pelaku usaha khususnya UMKM naik kelas dan mampu bersaing di tingkat global.

Lebih lanjut, Menteri Perdagangan juga menjelaskan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, di antaranya klinik desain untuk penguatan branding produk halal, kemitraan dengan ritel modern, dukungan standarisasi dan pengendalian mutu, hingga program pitching dan business matching daring ke 33 negara. Berbagai fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pelaku usaha menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi ekspor.

Di sisi lain, penguatan ekosistem halal nasional tidak hanya bergantung pada proses sertifikasi produk akhir, tetapi juga pada kesiapan rantai pasok dari hulu. Salah satu titik krusial dalam rantai tersebut adalah toko bahan baku, yang menjadi sumber utama bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dalam menjalankan aktivitas produksinya.

Dalam praktiknya, banyak pelaku UMK masih menghadapi tantangan dalam memastikan kehalalan bahan baku yang digunakan. Keterbatasan akses terhadap bahan dengan status halal yang jelas kerap berdampak pada proses sertifikasi yang lebih panjang, revisi dokumen, hingga ketidakpastian dalam pemenuhan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Kondisi ini menegaskan bahwa penguatan dari sisi hulu menjadi kebutuhan mendesak dalam membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

Menjawab tantangan tersebut, LPPOM melalui Festival Syawal 1447 H menghadirkan berbagai inisiatif strategis. Kegiatan ini mencakup edukasi halal kepada lebih dari 1.500 peserta di seluruh Indonesia, serta fasilitasi sertifikasi halal bagi 100 pelaku usaha toko bahan baku skala mikro dan kecil. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi rantai pasok halal, sehingga pelaku UMK dapat lebih mudah memenuhi persyaratan sertifikasi.

Festival Syawal sendiri merupakan wujud komitmen LPPOM dalam mendukung penguatan ekosistem halal nasional melalui fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Program ini tidak hanya memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi yang komprehensif agar pelaku usaha memahami persyaratan serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal secara tepat.

Selain itu, Festival Syawal menjadi sarana strategis untuk membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, media, perusahaan, hingga masyarakat luas. Melalui kolaborasi tersebut, edukasi halal dapat menjangkau lebih banyak pihak dan memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya jaminan halal dalam setiap rantai produksi.

Dengan berbagai inisiatif yang dihadirkan, Festival Syawal tidak hanya menjadi perayaan pasca-Ramadan, tetapi juga motor penggerak penguatan industri halal nasional. Peran aktif LPPOM sebagai pionir dalam pengembangan ekosistem halal diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia di masa depan. (YN / ZUL)

//
Assalamu'alaikum, Selamat datang di pelayanan Customer Care LPPOM
👋 Apa ada yang bisa kami bantu?