Artikel & Berita Halal

Jawa Barat Tutup Rangkaian Penyisihan, 401 Pelajar Berebut Tiket Semifinal Gen Halal Championship 2026

Muhamad Zulkifly
Muhamad Zulkifly

LPPOM kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan kesadaran halal di kalangan generasi muda melalui Gen Halal Championship 2026. Sebanyak 401 siswa dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat antusias mengikuti babak penyisihan regional yang menjadi penutup rangkaian penyisihan kompetisi halal tingkat nasional tersebut, sekaligus membuka peluang bagi peserta terbaik untuk melaju ke babak semifinal.

Gen Halal Championship 2026 merupakan ajang edukasi sekaligus kompetisi yang dirancang untuk mengajak generasi muda memahami konsep halal secara lebih kritis, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dari rangkaian kompetisi ini, peserta terbaik akan bersaing memperebutkan 300 posisi untuk melaju ke babak semifinal.

Babak penyisihan regional Jawa Barat yang digelar secara luring dilaksanakan di SMK-SMAK Bogor dan diikuti oleh 246 peserta dari wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Sementara itu, sebanyak 155 peserta lainnya yang berasal dari Bekasi, Depok, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Bandung, Cimahi, Subang, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Cirebon mengikuti babak penyisihan secara daring.

Pelaksanaan di Jawa Barat sekaligus menjadi regional penutup dalam rangkaian babak penyisihan Gen Halal Championship 2026. Dengan demikian, seluruh rangkaian penyisihan regional telah rampung dilaksanakan sebelum para peserta terbaik melanjutkan perjuangan menuju babak semifinal tingkat nasional.

VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita, M.Biomed, menyampaikan bahwa Gen Halal Championship 2026 menjadi salah satu upaya LPPOM untuk mendekatkan isu halal dengan generasi muda melalui pendekatan yang edukatif, kompetitif, dan menyenangkan.

“Gen Halal Championship kami hadirkan bukan sekadar sebagai kompetisi, tetapi sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar, bertanya, berdiskusi, dan menguji pemahaman mereka mengenai halal. Kami ingin menunjukkan bahwa halal bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan anak muda. Sebaliknya, halal sangat dekat dengan apa yang mereka konsumsi, gunakan, dan jalani setiap hari,” ujar Raafqi.

Menurutnya, LPPOM meyakini bahwa literasi halal perlu dibangun sejak dini. Halal tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi juga merupakan bagian dari ekosistem yang lebih luas, mencakup kosmetik, obat-obatan, barang gunaan, jasa, proses produksi, teknologi, hingga rantai pasok.

Di sisi lain, perkembangan industri halal juga menghadirkan peluang yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia. Karena itu, pemahaman yang baik mengenai ekosistem halal diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk berperan aktif sekaligus menangkap berbagai peluang di sektor industri halal..

“Kami berharap dari kompetisi ini lahir generasi muda yang tidak hanya memahami halal secara teori, tetapi juga mampu melihat halal sebagai bagian dari gaya hidup, nilai, dan kontribusi mereka terhadap penguatan ekosistem industri halal Indonesia. Mereka adalah generasi yang nantinya dapat membawa semangat halal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga ke tingkat global,” lanjutnya.

Raafqi juga menyampaikan apresiasi kepada SMK-SMAK Bogor yang telah menjadi salah satu lokasi pelaksanaan babak penyisihan regional Jawa Barat dan memfasilitasi hampir 250 peserta untuk mengikuti kompetisi secara langsung.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada SMK-SMAK Bogor yang telah membuka ruang dan memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Antusiasme peserta yang hadir menunjukkan bahwa generasi muda Jawa Barat memiliki semangat belajar dan kepedulian yang tinggi terhadap isu halal. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus memperluas edukasi halal di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Pihaknya menambahkan, antusiasme peserta dalam mengikuti kompetisi menjadi gambaran bahwa literasi halal memiliki ruang yang semakin besar di kalangan generasi muda. Karena itu, LPPOM akan terus menghadirkan berbagai program edukasi yang mampu mengemas pengetahuan halal dengan cara yang dekat dengan karakter dan kebutuhan generasi muda.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK-SMAK Bogor, Rusman, M.Si, menyambut baik pelaksanaan babak penyisihan Gen Halal Championship 2026 yang bertempat di SMK-SMAK Bogor. Menurutnya, pemahaman mengenai halal perlu diperkenalkan kepada generasi muda secara lebih luas karena halal tidak lagi sekadar dipandang sebagai label atau aturan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

“Halal bukan hanya sekadar label dan aturan. Di tengah kehidupan modern, halal telah menjadi bagian dari gaya hidup yang berkaitan erat dengan kesadaran masyarakat dalam memilih apa yang dikonsumsi dan digunakan. Karena itu, anak-anak kita perlu memiliki pemahaman yang baik agar mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis dan bijak dalam menentukan pilihan,” ungkap Rusman.

Menurut Rusman, apa yang dikonsumsi oleh seseorang pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan kesadaran terhadap aspek keamanan, kualitas, kesehatan, dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Pihaknya berharap Gen Halal Championship 2026 dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan wawasan sekaligus membangun kepercayaan diri dan semangat berprestasi.

“Kami berharap kompetisi ini dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap halal. Mereka adalah bagian dari generasi emas Indonesia yang nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dan membawa Indonesia menjadi salah satu pusat industri halal dunia,” kata Rusman.

Secara nasional, Gen Halal Championship 2026 diikuti oleh 4.525 peserta yang berasal dari 33 provinsi, 177 kabupaten/kota, dan 443 sekolah, serta peserta yang berasal dari Jepang. Setelah melalui tahap awal secara nasional, sebanyak 300 siswa akan terpilih untuk melaju ke babak semifinal.

Keikutsertaan ratusan pelajar dari berbagai wilayah Jawa Barat menunjukkan besarnya antusiasme generasi muda terhadap edukasi halal. Para peserta tidak hanya ditantang untuk menguji pengetahuan, tetapi juga diajak melihat isu halal secara lebih luas, mulai dari konsumsi hingga peran generasi muda dalam membangun ekosistem industri halal.

Harapan besar pun disematkan kepada para peserta asal Jawa Barat agar mampu menunjukkan kemampuan terbaik, terus melaju hingga babak grand final, dan mengharumkan nama daerahnya dalam ajang Gen Halal Championship 2026 tingkat nasional.

Semangat, dedikasi, dan kepedulian mereka terhadap literasi halal diharapkan menjadi modal penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas memilih, kritis memahami, dan aktif berkontribusi dalam membangun ekosistem halal Indonesia.

Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM berharap semangat halal tidak berhenti di ruang kompetisi, tetapi terus tumbuh menjadi pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan positif yang dibawa generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Dari generasi yang memahami halal hari ini, diharapkan tumbuh para pemimpin dan inovator masa depan yang mampu membawa Indonesia semakin kuat dalam ekosistem halal dunia.

Gen Halal Championship 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan LPPOM bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat di seluruh Indonesia dan kini memasuki tahun kedua atau Season 2. Ajang ini menjadi wadah edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami nilai-nilai halal sejak dini, sekaligus mengasah pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan karakter. Melalui rangkaian kegiatan yang mencakup webinar, seleksi berjenjang, hingga grand final, peserta diajak memahami konsep halal secara lebih luas, kreatif, dan aplikatif.

Sebagai pionir sertifikasi halal sejak 1989, LPPOM terus berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menghadapi perkembangan industri halal, baik di tingkat nasional maupun global. Mengusung tema “Explore, Compete, Inspire”, Gen Halal Championship 2026 hadir sebagai ajang kompetisi yang dapat diikuti secara gratis sekaligus menjadi momentum untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda yang berpotensi menjadi bagian dari penggerak ekosistem halal Indonesia menuju pusat industri halal dunia. (ZUL)

Tags:

Halal
LPPOM MUI
News
Sertifikasi Halal
Update