Lainnya

Halal Connect 2026 Perkuat Sinergi Ekosistem Bisnis Halal Jakarta Menuju Pasar Global

Muhamad Zulkifly
Muhamad Zulkifly

Halal Connect 2026 menjadi langkah strategis LPPOM dalam memperkuat ekosistem bisnis halal melalui kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini membuka peluang kemitraan dan akses pasar bagi UMKM agar semakin berdaya saing hingga pasar global.

JAKARTA – Penguatan industri halal membutuhkan lebih dari sekadar sertifikasi. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pemeriksa halal, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk membangun ekosistem bisnis halal yang terintegrasi dan berdaya saing global. Semangat inilah yang diusung LPPOM melalui Halal Connect 2026 bertema “Sinergi Membangun Ekosistem Bisnis Halal Menuju Pasar Global” di Jakarta, Selasa (3/11).

Kegiatan yang diinisiasi LPPOM Pusat dan diselenggarakan oleh LPPOM DKI Jakarta ini mempertemukan sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pemasok bahan baku (supplier), hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan, Halal Connect juga dirancang untuk membuka jejaring kemitraan dan peluang bisnis yang saling menguntungkan.

Direktur LPPOM DKI Jakarta, drg. H. Deden Edi S., M.M., mengatakan bahwa forum ini menjadi salah satu upaya mendorong produk lokal agar semakin kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Melalui Halal Connect 2026, kami ingin mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam rantai nilai industri halal, mulai dari pelaku usaha, pemasok bahan baku, pengusaha ritel, lembaga pembiayaan, hingga instansi pemerintah. Kami berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu menghasilkan jejaring dan hubungan bisnis yang saling menguntungkan serta berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi halal merupakan salah satu pintu masuk bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran. Namun, upaya tersebut perlu disertai peningkatan kualitas produk, pemahaman terhadap standar pasar internasional, serta dukungan pembinaan dan pendampingan dari berbagai pihak.

Direktur Utama LPPOM, Ir. Muti Arintawati, M.Si., menegaskan bahwa komitmen LPPOM dalam membangun industri halal tidak berhenti pada proses pemeriksaan dan penerbitan sertifikat halal. Lebih dari itu, LPPOM ingin memastikan pelaku usaha memperoleh nilai tambah dan mampu mengembangkan bisnisnya.

“Bagi LPPOM, pekerjaan tidak berhenti pada penerbitan sertifikat halal. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memiliki kesadaran penuh untuk menjaga konsistensi kualitas dan kehalalan produknya. Kami juga berharap pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal mendapatkan nilai tambah, mampu naik kelas, mengembangkan usaha, dan memperluas bisnisnya,” jelas Muti.

Ia menambahkan, Halal Connect telah diselenggarakan sebelumnya di Bangka Belitung dan Tasikmalaya. Penyelenggaraan di DKI Jakarta diharapkan semakin memperluas dampak program, mengingat posisi Jakarta sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional. Ke depan, LPPOM berharap Halal Connect dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem halal juga disampaikan Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. M. Faiz Sykron Makmun. Menurutnya, pembangunan industri halal harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian.

“Ekosistem halal tidak hanya harus mampu menembus pasar global, tetapi juga memberikan keadilan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya UMKM. Mereka membutuhkan pendampingan, akses pembiayaan, kesempatan, dan perlakuan yang adil agar dapat berkembang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Suhud Alynudin, S.I.P., M.Sc., memandang Halal Connect sebagai wadah strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun industri halal yang terintegrasi. Ia menilai dinamika perdagangan, jasa, industri kreatif, kuliner, dan UMKM di Jakarta menjadikan penguatan ekosistem halal sebagai agenda penting.

“Kewajiban halal perlu dipandang bukan sebagai beban, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, dan membuka pasar yang lebih luas. Saya berharap Halal Connect tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret, memperluas jejaring kemitraan, dan membangun komitmen bersama,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta, H. Muhammad Matsani, S.Sos., menyampaikan bahwa sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mengembangkan industri halal Jakarta. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan fasilitasi, lembaga keagamaan dalam pembinaan, lembaga pemeriksa halal dalam memastikan proses pemeriksaan, sementara dunia usaha didorong menghadirkan inovasi dan kualitas produk.

Rangkaian Halal Connect 2026 turut diisi dengan pemberian apresiasi kepada mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal di Jakarta. Mitra tersebut antara lain Maybank Syariah, Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta, dan PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Dalam kesempatan yang sama, diserahkan secara simbolis dukungan fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.000 pelaku usaha oleh Maybank Syariah, 30 pelaku usaha oleh Bank Indonesia, serta 20 pelaku usaha oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

Kolaborasi juga diwujudkan melalui penyerahan sertifikat halal bagi Rumah Batik Palbatu sebagai pelaku usaha batik Betawi pertama di DKI Jakarta, serta bantuan gerobak dan peralatan usaha bakso bagi pelaku usaha di 16 rumah susun sederhana sewa (rusunawa) melalui kerja sama LPPOM DKI Jakarta dan Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Selain itu, dilakukan penyerahan simbolis Halal Service Point LPPOM bersama MUI Kota Jakarta Selatan dan Smesco Indonesia untuk memperluas akses layanan sertifikasi halal.

Untuk memperkuat implementasi kolaborasi, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan perwakilan BPJPH, LPPOM Pusat, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Maybank Syariah, dan Kadin Indonesia. Forum ini kemudian diteruskan dengan sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha dan mitra strategis dalam kelompok bisnis sesuai kategori, sekaligus membangun komitmen tindak lanjut kerja sama.

Melalui Halal Connect 2026, LPPOM berharap kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kemitraan dan aksi nyata. Dengan ekosistem yang saling mendukung, produk lokal dan UMKM Indonesia diharapkan semakin siap meningkatkan daya saing serta mengambil peluang di pasar halal global. (***)

Tags:

Food
Info
LPH
LPPOM MUI
News
Update