Search
Search

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal

Festival Syawal 1447 H: Acara LPPOM untuk Pelaku UMK

Mulai Oktober 2026,  setiap pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang bergerak di sektor makanan, minuman, jasa penyembelihan serta jasa lain yang berkaitan dengan produk makanan dan minuman,  wajib bersertifikat halal untuk produk yang mereka hasilkan dan perdagangkan. Dari sisi konsumen, hal ini perlu untuk melindungi dan memberikan kepastian hukum bagi mereka. Dari sisi pelaku usaha, sertifikat halal memberikan nilai tambah  pada produk tersebut.

Untuk mempersiapkan para pelaku UMK dalam menghadapi wajib halal Oktober 2026 tersebut, LPPOM  mengadakan Festival Syawal 1447 H.

Apa Itu Festival Syawal 2026?

Festival Syawal adalah program tahunan LPPOM  yang dilaksanakan sejak tahun 2021 sebagai upaya untuk memperluas edukasi halal. Acara ini melibatkan berbagai pihak–seperti UMK,  para pemasok bahan, dan pemerintah demi membangun ekosistem halal yang lebih terintegrasi. Pada 2026 ini, Festival ini digelar dengan fokus pada dukungan kesiapan UMK dalam  menyongsong datangnya wajib halal Oktober 2026.

Tema dan Fokus Festival Syawal 2026

Festival Syawal 2026 mengusung tema tentang peran toko bahan baku (tobaku) untuk bisnis UMK lokal. Acara ini dibuat oleh LPPOM untuk memberdayakan tobaku dalam menyediakan bahan halal bagi UMK.  Karena jika bahan yang digunakan tidak jelas asal-usulnya, maka proses sertifikasi halal bagi UMK yang membeli bahan dari tobaku bisa terhambat bahkan berpotensi gagal. Oleh karena itu, LPPOM akan memberikan fasilitasi sertifikasi halal untuk tobaku terpilih. Tobaku yang bersertifikat halal tentu menyediakan bahan-bahan halal yang didukung dengan dokumen bahan halal bagi UMK, termasuk memastikan ketertelusuran (traceability) untuk bahan-bahan tersebut.  Jika UMK ingin mendaftar sertifikasi halal jelas memerlukan dokumen kehalalan bahan yang bisa mereka dapatkan dari tobaku bersertifikat halal ini. Pada gilirannya, ketersediaan bahan halal akan memudahkan UMK untuk melakukan sertifikasi halal.   

Festival tahun ini berfokus pada:

  • Mendorong percepatan sertifikasi halal bagi UMK
  • Memperkuat rantai pasok halal dari hulu ke hilir
  • Meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap SJPH (sistem jaminan produk halal)

Waktu dan Lokasi Festival Syawal 2026

Penyelenggaraan Festival Syawal 2026 berlangsung selama bulan Ramadhan dan Syawal 1447 H. Tidak hanya satu, acara ini diselenggarakan secara masif di berbagai wilayah Indonesia yang dikelola oleh LPPOM provinsi atau kantor perwakilan, seperti Bangka Belitung dan Sumatera Utara. Harapannya, Festival Syawal tersebut bisa menjangkau berbagai pelaku usaha di setiap daerah agar mereka bisa mendapatkan akses edukasi dan fasilitasi sertifikasi halal secara lebih luas.

Rangkaian Kegiatan Festival Syawal 2026

Festival Syawal 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha, seperti:

1. Webinar Nasional tentang Wajib Halal UMK 2026

Agenda utama dalam acara LPPOM 2026 ini  Webinar Wajib Halal UMK 2026 dengan topik Toko Bahan Baku Bisa Jadi Penentu Nasib UMK. Acara ini dilaksanakan pada 5 Maret 2026 lalu sebagai bagian dari rangkaian agenda Festival Syawal 1447 H.

Acara ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap risiko penggunaan bahan nonhalal dan tidak aman. Ini dilakukan agar UMK bisa melalui proses sertifikasi halal dengan minim hambatan.

2. Edukasi Halal di Seluruh Indonesia

LPPOM juga menyelenggarakan sosialisasi di berbagai provinsi–seperti Bangka Belitung dan Sumatera Utara–dan menargetkan audiens seperti pemilik UMK, tobaku, hingga pelaku usaha di sektor pangan, kosmetik, dan obat tradisional.

3. Program Sosial dan CSR

Sebagai bagian dari kegiatan sosial, LPPOM juga menyalurkan 1.100 bantuan sembako serta melakukan pembangunan kanopi masjid untuk memperkuat dampak sosial dari program ini.

Dampak Festival Syawal 2026 terhadap Ekosistem Halal

Festival Syawal diharapkan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pelaku usaha dan industri halal di Indonesia, seperti:

1. Mempermudah Pelaku Usaha Menghadapi Regulasi Wajib Halal

Acara ini diharapkan dapat membantu pelaku UMK yang ingin mendaftarkan produk dalam sertifikasi halal. Maka dari itu, LPPOM mengedukasi tobaku untuk dapat menjamin kehalalan bahan yang mereka sediakan demi mempercepat proses sertifikasi pelaku UMK yang menggunakan bahan dari toko tersebut.

2. Memfasilitasi Sertifikasi Halal Gratis

Melalui program Festival Syawal ini, LPPOM memfasilitasi program sertifikasi halal khusus untuk usaha mikro dan kecil, yaitu toko bahan, toko frozen food atau daging, dan lapak daging di pasar. Program ini dilakukan untuk menjamin kehalalan rantai pasok (supply chain) halal dari hulu.

3. Memfasilitasi Pelaku Usaha Tobaku

Program ini diadakan untuk mengedukasi sekaligus memfasilitasi tobaku agar mendapatkan akses sertifikasi halal. Selain lebih dipercaya konsumen, tobaku yang sudah bersertifikasi halal harapannya dapat membantu UMK dalam menghadapi wajib halal Oktober 2026.

4. Memperkuat Posisi Tobaku

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi tobaku sebagai bagian dari rantai pasok sehingga proses produksi halal dapat senantiasa terjaga konsistensinya–dari hulu hingga hilir.

Jangan Lewatkan Puncak Acara Festival Syawal 2026!

Tak hanya sekadar event, Festival Syawal ini hadir sebagai salah satu acara LPPOM 2026 dalam membantu persiapan pelaku usaha untuk menghadapi wajib halal Oktober 2026.

Mari ikuti acara ini langsung untuk mendapatkan insight, pendampingan, dan peluang kolaborasi yang sayang jika dilewatkan–hanya dari informasi online.

Amankan slot kehadiran Anda dengan mengisi data email atau nomor WhatsApp di bawah dalam formulir RSVP acara ini! (TRAS/Ed.YN)

Sumber:

//
Assalamu'alaikum, Selamat datang di pelayanan Customer Care LPPOM
👋 Apa ada yang bisa kami bantu?