Search
Search

Rahasia di Balik Tas dan Sepatu Kulit, Yakin Tahu Asal-Usulnya? 

Rahasia di Balik Tas dan Sepatu Kulit, Yakin Tahu Asal-Usulnya?

Oleh: Rina Maulidiyah, Auditor LPPOM 

Di balik kilau elegan sebuah tas atau kenyamanan sepatu kulit, tersimpan cerita panjang tentang asal-usul bahan yang digunakan. Memahami perbedaan kulit sapi, kambing, domba, babi, hingga kulit sintetis bukan hanya membantu memilih produk terbaik, tetapi juga memastikan apa yang kita kenakan selaras dengan nilai, kebutuhan, dan keyakinan kita. 

Bagi sebagian orang, kulit hanyalah bahan yang melekat pada sepatu, jaket, atau tas favorit. Namun, di balik permukaannya yang halus atau bertekstur unik, kulit menyimpan kisah tentang asal usul, karakter, dan proses panjang yang membentuknya. Tak hanya itu, bagi masyarakat yang peduli pada kehalalan produk, mengetahui sumber kulit menjadi hal penting untuk memastikan barang yang digunakan sesuai dengan prinsip yang diyakini. 

Kulit pada umumnya berasal dari hewan ternak seperti sapi, kambing, babi, dan domba, di mana masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu, pasar juga dibanjiri kulit sintetis yang dibuat dari bahan polimer. Namun, informasi pada label mengenai sumber kulit sering kali tidak akurat, bahkan dalam beberapa kasus ditemukan adanya kekeliruan atau pemalsuan.  

Penelitian terhadap sampel kulit dari China, misalnya, mengungkap perbedaan antara keterangan pada label dan hasil identifikasi melalui metode Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LC-MS). Temuan ini menjadi pengingat bahwa informasi pada label sebaiknya tetap diverifikasi, terutama jika berkaitan dengan kehalalan produk. Inilah karakteristik dari beberapa jenis kulit yang bisa Anda perhatikan. 

Kulit Babi 

Memiliki karakter kuat, kasar, dan tahan lama meskipun lebih tipis dibandingkan kulit sapi. Seratnya yang tebal membuatnya tidak mudah aus, sementara pori-porinya yang khas berbentuk tiga lubang segitiga (three hole pattern) memberikan sirkulasi udara yang baik. Harganya relatif terjangkau, sekitar $1/ft², dan dapat naik hingga $5/ft² jika kualitasnya lebih halus dan kuat. 

Kulit Sapi 

Dikenal kokoh, kuat, dan sangat tahan lama. Memiliki permukaan rapat, pori berukuran sedang, dan pola acak. Banyak digunakan untuk produk yang membutuhkan daya tahan tinggi seperti sepatu, tas, dan jaket. 

Kulit Domba 

Tipis, lentur, dan sangat lembut. Pori-porinya kecil dan jumlahnya sedikit, dengan sebaran bergelombang. Cocok untuk pakaian atau pelapis yang memerlukan kenyamanan ekstra. 

Kulit Kambing 

Memiliki serat rapat, kuat, dan tekstur unik berupa garis dan lekukan. Pori-porinya sedang, tersebar berkelompok, dan tekstur uratnya masih terlihat jelas. 

Kulit Kerbau 

Memiliki tekstur urat paling menonjol dibandingkan jenis lainnya, pori besar dengan jumlah sedikit, dan jarak antar pori yang lebar. 

Kulit Sintetis (PU/PVC) 

Terbuat dari polimer seperti polyurethane (PU) atau polyvinyl chloride (PVC). Permukaannya halus dan sering dibuat menyerupai kulit asli, termasuk pola tiga lubang segitiga seperti kulit babi, tetapi lubangnya tidak tembus ke dalam. 

Untuk membuka tabir identitas kulit, metode paling sederhana dan ekonomis adalah dengan mengamati permukaannya menggunakan mikroskop. Setiap spesies hewan memiliki pola pori dan susunan folikel rambut yang khas. Namun, proses penyamakan dan pewarnaan sering kali mengaburkan ciri tersebut sehingga pembedaan kasat mata menjadi sulit. Teknologi modern seperti Scanning Electron Microscopy (SEM) menjadi solusi efektif karena mampu menampilkan citra detail pola folikel dan serat kolagen. 

Perbedaan antara kulit asli dan sintetis juga dapat dikenali melalui pengamatan sisi dalam dan uji pelarut. Pada kulit babi, lubang folikel miring dan tembus hingga lapisan dalam, sedangkan pada PU lubang tersusun lurus dan dangkal. Saat diuji dengan aseton, PU akan menyusut, sementara kulit asli tetap stabil. 

Meski metode mikroskopis cukup membantu, hasilnya bergantung pada keahlian analis dan kondisi sampel. Faktor seperti bagian tubuh hewan, usia, ras, dan lingkungan tempat hewan dibesarkan dapat memengaruhi pola permukaan kulit. Oleh karena itu, pengamatan mikroskop biasanya dilengkapi metode lain seperti Fourier Transform Infrared (FTIR) dan LC-MS untuk mendapatkan hasil yang akurat. 

Merespons kebutuhan ini, Laboratorium LPPOM MUI yang sudah terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 membuka layanan uji jenis kulit untuk memastikan keaslian, kualitas, dan kehalalan produk berbahan kulit. Informasi lengkap dapat diakses di https://e-halallab.com/. Dengan pengetahuan yang tepat dan dukungan teknologi, identitas kulit dapat diungkap, memberi jaminan bagi pelaku industri, sekaligus rasa aman bagi konsumen yang peduli pada kualitas dan kehalalan produk yang mereka gunakan. (RM) 

Sumber : https://halalmui.org/jurnal-halal/174/  

Referensi 

  1. Ardolino F, Parrilo F, Arena U. 2024. Environmental performance of three innovative leather production processes using less chromium and water. Sustainable Production and Consumption. Vol 50: 177-190. https://doi.org/10.1016/j.spc.2024.07.030
  1. LeatherNeo Studio. 2015. What is Pigskin Leather – Everything About Pig Leather. https://www.leatherneo.com/blogs/news-and-stories/what-is-pigskin-leather-everyting-about-pig-leather?srsltid=AfmBOop2CTpq4gnSXy51VL_p90ECiZiJB8kcKAWNmg00iSSi5j3SFmPc [diakses pada 22 Juni 2025]. 
  1. Mirghani MES, Salleh HM, Che Man YB, Jaswir I. 2012. Rapid Authentication of Leather and Leather Products. Advances in Natural and Applied Sciences. Vol 6 (5): 651-659. 
  1. Kumazawa Y, Taga Y, Iwai K, Koyama Y. 2016. A rapid and simple LC-MS method using collagen marker peptides for identification of the animal source of leather. Journal of Agricultural and Food Chemistry. Vol 64: 6051−6057. 
  1. Musée de la chaussure, Lausanne. 2014. Species Differentiation Of Leather. https://shoemuseum.ch/portfolio/chevre-goat-ziege-006/ [diakses pada 23 Juni 2025]. 
  1. Syabani MW, Iswahyuni, Warmiati, Prayitno KA, Saraswati H, Hernanda RFH. 2023. Unveiling the signature of halal leather: a comparative study of surface morphology, functional groups, and thermal characteristics. Indonesian Journal of Halal Research. Vol 5(2): 68-76. 
  1. Varghese A, Jawahar M, Prince A. 2025. LeaData a novel reference data of leather images for automatic species identification. Sci Rep 15: 4493. https://doi.org/10.1038/s41598-025-88040-1
  1. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Penyamakan Kulit Hewan dan Pemanfaatannya. 
  1. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tentang Standar Sertifikasi Halal Terhadap Barang Gunaan. 
//
Assalamu'alaikum, Selamat datang di pelayanan Customer Care LPPOM
👋 Apa ada yang bisa kami bantu?