Search
Search

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal

  • Home
  • Berita
  • Menjaga Halal, Merawat Harapan: Kiprah LPPOM di Usia ke-37 
Menjaga Halal, Merawat Harapan: Kiprah LPPOM di Usia ke-37

Selama 37 tahun, LPPOM konsisten menjaga kepercayaan masyarakat melalui sertifikasi halal yang kredibel dan berintegritas. Di usia ini, LPPOM menegaskan perannya bukan hanya sebagai pelaksana sertifikasi, tetapi sebagai penjaga nilai menguatkan ekosistem halal nasional, mendukung kebijakan negara, dan merawat harapan menuju masa depan halal Indonesia yang semakin terpercaya.

Tiga puluh tujuh tahun adalah perjalanan panjang yang ditempuh dengan ketekunan dan kepercayaan. Bagi LPPOM yang sebelumnya dikenal sebagai LPPOM MUI—usia ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan saksi atas amanah yang terus dijaga sejak awal berdiri: memastikan kehalalan produk dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Tahun 2025 pun menjadi momentum reflektif sekaligus optimistis bagi LPPOM untuk menegaskan kembali perannya dalam membangun ekosistem halal Indonesia yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menyampaikan bahwa perjalanan 37 tahun LPPOM pada hakikatnya adalah perjalanan merawat kepercayaan dan harapan. “Sertifikasi halal bukan sekadar proses administratif. Ia adalah amanah untuk melindungi masyarakat dan memastikan produk yang dikonsumsi membawa kebaikan. Capaian LPPOM sepanjang 2025 menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan komitmen, ekosistem halal Indonesia dapat tumbuh semakin kuat dan berdaya saing global,” ujarnya.

Sejak menjadi pionir sistem sertifikasi halal di Indonesia, LPPOM tumbuh seiring kebutuhan umat dan dinamika kebijakan negara. Di usia ke-37 ini, LPPOM terus menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya tentang pemenuhan regulasi, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik. Di balik setiap sertifikat halal, terdapat proses panjang pemeriksaan, verifikasi, serta tanggung jawab moral agar produk yang beredar benar-benar halal, aman, dan thayyib.

Komitmen tersebut semakin terasa relevansinya pada 2025, ketika pemerintah memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk menjamin kecukupan gizi generasi muda Indonesia, sekaligus menuntut kepastian kehalalan pangan yang dikonsumsi setiap hari. Dalam konteks inilah peran sertifikasi halal menjadi krusial. LPPOM hadir sebagai mitra strategis negara, mendukung implementasi kebijakan melalui pemeriksaan kehalalan dapur-dapur MBG di berbagai daerah.

Didukung jaringan di 34 provinsi dan lebih dari 800 auditor berkompeten, LPPOM berupaya memastikan proses sertifikasi halal BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Prduk Halal) bagi dapur MBG berjalan efektif dan sesuai standar. Sertifikat halal menjadi instrumen penting untuk mencegah risiko kontaminasi bahan haram atau najis sejak tahap awal hingga penyajian. Lebih dari sekadar prosedur administratif, upaya ini mencerminkan kepedulian LPPOM dalam menjaga masa depan generasi bangsa.

Di tingkat nasional, LPPOM juga terus memperkuat ekosistem halal dari sisi hulu. Tantangan besar dalam rantai pasok halal kerap muncul pada tahap awal produksi, salah satunya pada jasa penggilingan daging. Menjawab tantangan tersebut, LPPOM menginisiasi berbagai program fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Melalui Festival Syawal 1446 H, sebanyak 103 jasa penggilingan daging di berbagai provinsi mendapatkan pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal. Langkah ini tidak hanya memperkuat kepatuhan, tetapi juga membuka peluang peningkatan daya saing UMK.

Sementara di tingkat global, LPPOM melalui Laboratorium LPPOM MUI tampil di kancah global, tepatnya di forum internasional Association of Official Analytical Chemists (AOAC) di Asia Tenggara dan Amerika Serikat. Kehadiran sebagai pembicara dan penyaji karya ilmiah menegaskan bahwa LPPOM tidak hanya menjalankan sertifikasi halal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan metode ilmiah pengujian halal yang diakui secara global.

Selain itu, dedikasi LPPOM dalam layanan sertifikasi halal juga mendapatkan pengakuan internasional. Pada September 2025, LPPOM meraih GIFA Championship Award 2025 untuk kategori Sertifikasi Halal dalam ajang Global Islamic Finance Awards di Kuala Lumpur. Penghargaan ini menegaskan posisi LPPOM sebagai lembaga yang konsisten menjaga kredibilitas dan kualitas sertifikasi halal, sekaligus memperkuat reputasi Indonesia dalam ekosistem halal global.

Di sisi lain, LPPOM menyadari bahwa masa depan ekosistem halal tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan teknologi, tetapi juga oleh kesadaran generasi penerus. Melalui program Gen Halal Championship, LPPOM mengajak pelajar dari seluruh Indonesia memahami halal sebagai bagian dari karakter dan gaya hidup. Tingginya antusiasme pendaftar mencapai 1.493 siswa dan siswi dari seluruh provinsi di Indonesia menjadi cerminan tumbuhnya semangat literasi halal sejak dini. Ini merupakan investasi jangka panjang yang akan menjaga keberlanjutan sistem sertifikasi halal di Indonesia. Menjaga halal berarti menjaga nilai, dan merawat harapan berarti memastikan keberlanjutan. Di usia ke-37, LPPOM melangkah dengan optimisme, berbekal pengalaman panjang, inovasi, dan semangat kolaborasi untuk terus menjadi garda terdepan dalam layanan sertifikasi halal. (YN)

//
Assalamu'alaikum, Selamat datang di pelayanan Customer Care LPPOM
👋 Apa ada yang bisa kami bantu?