Search
Search

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Sertifikasi Halal

  • Home
  • Artikel Halal
  • Kenyal, Cerah, dan Halal: Gali Manfaat Asam Hialuronat dalam Skincare Halal Modern
Kenyal, Cerah, dan Halal: Gali Manfaat Asam Hialuronat dalam Skincare Halal Modern

Di era skincare halal, Asam Hialuronat semakin diminati karena kemampuannya melembapkan kulit dengan aman. Konsumen kini ingin hasil efektif yang tetap selaras dengan prinsip kehalalan, menjadikan bahan ini pilihan utama dalam perawatan kulit modern. Namun, apakah seorang muslim dapat menggunakan Asam Hialuronat? Dan bagaimana proses sertifikasi halal BPJPH untuk Asam Hialuronat?

Bayangkan suatu pagi ketika Anda menatap cermin, lalu melihat kulit yang tampak lembap, kenyal, dan bercahaya tanpa banyak usaha. Tidak ada garis halus yang mengganggu, tidak ada rasa kering yang membuat makeup susah menempel. Atau bayangkan tubuh yang tetap luwes dan nyaman bergerak meski usia terus bertambah.

Banyak orang mendambakan kondisi seperti ini, dan yang menarik Adalah semua itu tidak hanya bergantung pada produk mahal atau perawatan intensif. Ada satu senyawa yang diam-diam bekerja keras untuk tubuh kita: Asam Hialuronat.

Menurut Hendra Utama, Auditor Senior LPPOM, Asam Hialuronat (AH) sebenarnya bukan bahan asing bagi tubuh manusia. “Asam Hialuronat sudah ada secara alami dalam tubuh. Ia tersebar di kulit, mata, sendi, hingga jaringan saraf, dan fungsinya sangat vital dalam menjaga kelembapan serta melindungi jaringan tubuh,” jelasnya.

Namun seiring bertambahnya usia, tubuh memproduksi Asam Hialuronat dalam jumlah yang menurun. Inilah yang menyebabkan kulit tampak lebih kering, garis halus muncul, dan sendi terasa kurang lentur. Karena itu, banyak orang akhirnya beralih ke produk berbahan AH, baik untuk kesehatan maupun kecantikan.

Jika kulit diibaratkan seperti spons, maka Asam Hialuronat adalah air yang membuat spons itu tetap basah dan lentur. Dalam dunia kecantikan, AH dijuluki pelembap super karena kemampuannya menahan air hingga 1.000 kali beratnya sendiri. “Dari semua bahan yang dipakai dalam skincare modern, AH adalah salah satu yang paling efektif dalam mengembalikan hidrasi kulit,” ujar Hendra.

Tidak heran jika ia menjadi kandungan utama dalam serum, pelembap, krim malam, hingga sheet mask. Begitu dioleskan pada kulit, efek hidrasi dari AH mampu membuat wajah terlihat lebih plumpy, glowing, dan terasa lebih lembut.

Namun manfaat AH tidak berhenti pada kecantikan semata. Dalam dunia medis, Asam Hialuronat berperan besar dalam membantu pelumasan sendi, mengatasi mata kering melalui tetes mata khusus, hingga mempercepat penyembuhan luka pascaoperasi atau luka bakar. Senyawa ini benar-benar memberikan manfaat dari ujung kepala hingga ujung kaki mendukung kualitas hidup di berbagai usia.

Di tengah popularitasnya yang luar biasa, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan bagi konsumen muslimah: status halal dari produk yang mengandung Asam Hialuronat. Bagi sebagian orang, skincare hanya urusan estetika. Namun bagi seorang muslimah, skincare berkaitan erat dengan keyakinan dan ketenangan batin.

“Tidak semua Asam Hialuronat otomatis halal. Sumber bahan baku dan seluruh proses produksi harus jelas dan sesuai standar,” tegas Hendra. Karena itu, memilih skincare halal bukan hanya mengikuti tren, tetapi memastikan bahwa apa yang kita oleskan pada kulit sesuai dengan nilai dan prinsip yang kita pegang. Termasuk aturan terkait sertifikaasi halal yang ditetapkan oleh BPJPH.

Indonesia telah mengambil langkah besar dengan menetapkan kewajiban sertifikasi halal untuk produk kosmetika pada 17 Oktober 2026. Artinya, semua produk skincare termasuk yang mengandung Asam Hialuronat harus memiliki sertifikat halal dari BPJPH untuk bisa beredar di pasaran.

“Produsen jangan menunggu hingga batas waktu tiba. Mengajukan sertifikasi halal sejak awal lebih aman, lebih efisien, dan membuka peluang besar untuk menembus pasar global,” ujarnya.

Bagi konsumen, langkah sederhana bisa dimulai dari memeriksa izin edar BPOM, memastikan adanya logo halal/sertifikat halal BPJPH, dan tidak terjebak pada klaim seperti natural atau organic yang sering kali disalahartikan sebagai halal. “Natural itu baik, organic itu baik, tetapi halal adalah kepastian. Dan kepastian itu hanya bisa didapat melalui sertifikasi,” tambah Hendra.

Asam Hialuronat memang telah terbukti membantu jutaan orang menjaga kesehatan kulit dan tubuh. Namun bagi pengguna skincare halal, manfaat tersebut harus sejalan dengan nilai-nilai kehalalan. Untungnya, semakin banyak produsen mulai memahami pentingnya menyediakan produk yang bukan hanya efektif, tetapi juga aman dan halal.

Sebagai upaya mendukung produsen kosmetika, LPPOM sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) aktif berinovasi menyediakan berbagai layanan untuk memudahkan pelaku usaha dalam proses pemeriksaan kehalalan produk. Salah satunya program Halal On 30, yang dapat diaksesdi bit.ly/HalalOn30, memberikan penjelasan praktis mengenai proses sertifikasi halal, sehingga pelaku usaha dapat memahami alurnya tanpa harus meluangkan banyak waktu.

Pada akhirnya, kecantikan sejati tidak hanya terpancar dari kulit yang terhidrasi dan bercahaya, tetapi juga dari hati yang tenang karena yakin bahwa setiap produk yang digunakan tidak hanya bermanfaat, tetapi juga membawa keberkahan. (HU / YN)Sumber : https://halalmui.org/jurnal-halal/175/