Artikel & Berita Halal

Ketua MUI Asrorun Ni’am : Literasi Halal Jadi Bekal Generasi Muda Masa Depan

Muhamad Zulkifly
Muhamad Zulkifly

Kesadaran halal dan thayyib perlu dibangun sejak dini untuk membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan bermartabat. Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM turut memperkuat literasi halal di kalangan pelajar Indonesia.

Kesadaran halal perlu dibangun sejak dini agar generasi muda tidak hanya memahami ketentuan agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah beragamnya pilihan produk pangan, pemahaman tersebut menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menentukan konsumsi secara lebih bijak.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., M.A., menegaskan bahwa kualitas generasi muda turut menentukan arah masa depan bangsa. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah kesadaran terhadap pangan yang tidak hanya sehat, tetapi juga halal.

“Masa depan, esok, tergantung anak-anak muda hari ini. Anak-anak muda santri menjadi salah satu tulang punggung di dalam menentukan arah negeri menuju lebih baik atau menjadi lebih buruk. Salah satu elemen terpentingnya adalah concern kita terkait dengan pangan. Bukan hanya sekadar sehat, tetapi juga halal,” ujar Prof. Asrorun Ni’am.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemahaman mengenai pangan merupakan bagian dari tanggung jawab generasi muda. Pilihan konsumsi bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga berkaitan dengan nilai yang diyakini dan diterapkan dalam kehidupan.

Halal dan Thayyib sebagai Fondasi Generasi Berkualitas

Dalam Islam, konsep halal berkaitan erat dengan prinsip thayyib, yang menekankan aspek kebaikan. Keduanya menjadi landasan penting dalam membangun pemahaman tentang pangan yang dikonsumsi. Karena itu, literasi halal perlu dikembangkan secara menyeluruh agar generasi muda mampu memahami hubungan antara nilai keagamaan, kualitas konsumsi, dan pembentukan karakter.

Prof. Asrorun Ni’am menjelaskan bahwa generasi yang memahami halal dan thayyib diharapkan mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kesadaran hati. Pengetahuan tersebut juga perlu diiringi kepedulian terhadap produk yang dikonsumsi sehari-hari.

“Ada dua komponen yang diperhatikan di dalam Islam. Halalan thayyiban. Generasi Cerdas Akal Dan Hati. Keseimbangan itu harus terus diwujudkan melalui membangun kesadaran, membangun literasi generasi halal dan thayyib, generasi yang peduli terhadap pangan yang halal dan juga thayyib untuk menjadi generasi sehat, kuat, dan juga bermartabat,” tuturnya.

Pemahaman mengenai halal dan thayyib dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk bersikap lebih kritis dalam menghadapi beragam pilihan produk. Keputusan konsumsi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren, harga, atau daya tarik promosi, tetapi juga mempertimbangkan informasi produk dan kesesuaiannya dengan prinsip halal.

Kesadaran tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan sekolah. Pelajar dapat membiasakan diri memperhatikan makanan dan minuman yang dijual di kantin, jajanan di sekitar tempat belajar, serta informasi yang tercantum pada produk. Langkah sederhana ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan memilih pangan secara lebih bijak.

Gen Halal Championship Perkuat Literasi Halal Pelajar

Penguatan literasi halal di kalangan generasi muda membutuhkan pendekatan edukasi yang relevan dengan karakter pelajar. Pembelajaran tidak cukup hanya melalui penyampaian informasi, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Gen Halal Championship 2026 yang diselenggarakan oleh LPPOM. Kompetisi nasional bagi pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat ini menjadi wadah edukasi untuk mengenalkan konsep halal secara lebih luas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ekosistem halal Indonesia.

Dalam pesannya, Prof. Asrorun Ni’am menekankan pentingnya membangun kesadaran halal dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan tempat pelajar memperoleh makanan sehari-hari.

“Ayo kontribusikan diri di dalam memastikan seluruh konsumsi bagi anak negeri Halal dan Toyib. Mulai dari membangun literasi, membangun kesadaran di lingkungan terdekat kita. Di sekolah kan, di kantin sekolah kita, di tempat-tempat jajanan di mana kita berada. Dan kamu bisa berpartisipasi melalui kegiatan Gen Halal Championship 2026 yang diselenggarakan oleh LPPOM,” ungkap Prof. Asrorun Ni’am.

Memasuki tahun kedua atau Season 2, Gen Halal Championship 2026 mengusung tema Explore, Compete, Inspire. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran sekaligus pengembangan potensi generasi muda agar semakin memahami nilai-nilai halal dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan kompetisi, peserta tidak hanya didorong untuk menguasai materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memperluas wawasan mengenai halal. Pendekatan ini diharapkan membuat literasi halal lebih dekat dengan kehidupan pelajar, sekaligus membuka pemahaman mereka mengenai perkembangan industri halal nasional.

Rangkaian Gen Halal Championship 2026 mencakup webinar dan seleksi berjenjang hingga babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong peserta untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan mereka.

Kehadiran program seperti ini relevan dengan kebutuhan edukasi halal di kalangan generasi muda. Literasi yang dibangun sejak bangku sekolah dapat menjadi bekal untuk memahami pentingnya kehalalan produk sekaligus mengenali aspek lain yang berkaitan dengan proses produksi, kualitas, dan perlindungan konsumen.

Halal sebagai Gaya Hidup Generasi Masa Kini

Kesadaran halal juga perlu dipahami sebagai bagian dari gaya hidup. Penerapannya tidak terbatas pada pengetahuan mengenai ketentuan agama, tetapi tercermin dalam kebiasaan dan keputusan yang diambil setiap hari.

Prof. Asrorun Ni’am menegaskan bahwa halal perlu menjadi bagian dari identitas dan perilaku generasi muda, terutama dalam menentukan pilihan konsumsi.

“Halal bukan hanya sekadar urusan syariat, tetapi halal sudah menjadi lifestyle. Nggak keren Anda kalau nggak halal konsumsinya. Halal keren, halal hebat dan halal bermartabat,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan kesadaran halal sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi. Dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menjadi konsumen yang lebih kritis sekaligus menyebarkan pemahaman yang benar kepada lingkungan sekitarnya.

Lebih jauh, literasi halal juga relevan dengan perkembangan ekosistem industri halal Indonesia. Generasi muda yang memahami pentingnya halal berpotensi tidak hanya menjadi konsumen yang sadar, tetapi juga tertarik mempelajari berbagai peluang dan tantangan dalam industri halal.

Untuk mewujudkan hal tersebut, edukasi halal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan penyelenggara program edukasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan baik serta memperkuat literasi halal secara berkelanjutan.

Melalui Gen Halal Championship 2026, LPPOM turut mengambil peran dalam memperluas pemahaman generasi muda mengenai halal dan thayyib. Semangat Explore, Compete, Inspire mencerminkan upaya untuk menjadikan edukasi halal sebagai ruang belajar, pengembangan potensi, dan pembentukan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, membangun generasi halal bukan sekadar mengenalkan aturan, melainkan menumbuhkan kesadaran yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Dari lingkungan sekolah hingga kebiasaan konsumsi sehari-hari, literasi halal menjadi salah satu bekal untuk membentuk generasi yang sehat, kuat, dan bermartabat sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem halal nasional. (GI/Ed.YN)

Tags:

Halal
LPPOM MUI
News
Sertifikasi Halal
Update