Artikel & Berita Halal

Laboratorium LPPOM MUI Raih Best Oral Presenter di Seminar Nasional XXIX PBBMI

Muhamad Zulkifly
Muhamad Zulkifly

Laboratorium LPPOM meraih penghargaan Best Oral Presenter pada Seminar Nasional XXIX PBBMI di Palembang melalui penelitian interpretasi uji DNA babi menggunakan metode real-time PCR. Riset ini mendukung penguatan akurasi pengujian halal dalam proses sertifikasi halal BPJPH.

Laboratorium LPPOM kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Penelitinya, Raafqi Ranasasmita, M.Biomed, yang juga sebagai VP. Corporate Secretary LPPOM, meraih penghargaan Best Oral Presenter dalam Seminar Nasional XXIX Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia (PBBMI) yang berlangsung di Palembang, 29–31 Oktober 2026. 

Penghargaan diberikan atas presentasi ilmiah berjudul “Analytical Considerations for Interpreting Late Amplification Signals in SNI 9278:2024 for Porcine DNA Detection”. Penelitian tersebut membahas interpretasi nilai CT (Cycle Threshold) dalam pengujian DNA babi menggunakan metode real-time Polymerase Chain Reaction (PCR), salah satu metode analisis yang digunakan untuk mendeteksi DNA spesifik babi dalam mendukung pengujian halal. 

Penghargaan diserahkan oleh Prof. Dr. dr. M. Irsan Saleh, M.Biomed, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, pada penutupan seminar. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 akademisi, peneliti, dan praktisi biokimia serta biologi molekuler dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia. 

Dalam presentasinya, Raafqi menjelaskan tantangan interpretasi sinyal amplifikasi yang muncul pada siklus akhir pengujian DNA babi berdasarkan SNI 9278:2024. Kondisi ini terutama menjadi perhatian ketika sampel memiliki konsentrasi DNA sangat rendah sehingga membutuhkan ketelitian dalam membaca dan menentukan hasil pengujian. 

Penelitian tersebut menekankan pentingnya harmonisasi interpretasi hasil agar pengujian memiliki tingkat konsistensi dan keterulangan yang baik antarlaboratorium. Dengan demikian, hasil analisis dapat lebih akurat dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah, terutama dalam pengujian yang mendukung proses sertifikasi halal BPJPH. 

Ketua Panitia Seminar Nasional XXIX PBBMI sekaligus Ketua PBBMI Cabang Palembang, Dr. dr. Subandrate, M.Biomed, mengapresiasi penelitian yang dipresentasikan oleh Raafqi. 

“Kami mengapresiasi presentasi hasil penelitian yang disampaikan oleh Bapak Raafqi dari Lab LPPOM. Topik yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan ilmu biologi molekuler dan kebutuhan pengujian halal saat ini,” ungkapnya. 

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode serta peningkatan kualitas interpretasi hasil pengujian halal pada masa mendatang. 

Seminar Nasional XXIX PBBMI tahun ini mengusung tema “Sinergi Alam dan Sains Molekuler: Akselerasi Pengembangan Bahan Alam untuk Kesehatan Global”. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 50 tahun PBBMI, sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan pengembangan ilmu biokimia serta biologi molekuler di Indonesia. 

Bagi Laboratorium LPPOM, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi penelitian dalam memperkuat ekosistem jaminan produk halal. Di tengah meningkatnya kebutuhan pengujian yang akurat dan sensitif, pengembangan metode analisis berbasis sains molekuler menjadi semakin penting untuk memastikan kualitas hasil pemeriksaan. 

Melalui riset dan partisipasi dalam forum ilmiah, Laboratorium LPPOM terus mendorong inovasi metode pengujian serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen LPPOM dalam menghadirkan layanan uji lab yang kredibel dan mendukung penyelenggaraan jaminan produk halal berbasis sains dan standar yang berlaku. (RR) 

Tags:

Info
LPH
News
Sertifikasi Halal
Update