Artikel & Berita Halal

Menjaga Mereka yang Menjaga Hutan, LPPOM Dukung Penanganan Karhutla

Muhamad Zulkifly
Muhamad Zulkifly

LPPOM menunjukkan kepeduliannya terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan menyalurkan CSR berupa seperangkat perlengkapan kebutuhan fasilitas pemadaman, termasuk mesin pompa air dan selang pemadam. Bantuan dari donasi keluarga besar LPPOM tersebut ditujukan untuk mendukung petugas dan relawan yang bertugas di lapangan. Isu kemanusiaan merupakan program strategis melampaui sertifikasi halal BPJPH

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi cuaca yang kering dan periode tanpa hujan yang panjang dapat meningkatkan risiko kebakaran, sehingga pencegahan dan penanganannya membutuhkan kewaspadaan serta kolaborasi berbagai pihak.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga besar LPPOM turut mengambil bagian dengan menyalurkan bantuan CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan tim di lapangan. Bantuan tersebut berupa seperangkat perlengkapan pendukung fasilitas pemadaman karhutla, antara lain mesin pompa air, selang pemadam, serta perlengkapan pendukung bagi petugas. Fasilitas ini disampaikan oleh LPPOM Provinsi Kalimantan Tengah ke Damkarhutla FPKP UPR pada 9 September 2026.

Mesin pompa air menjadi salah satu perlengkapan penting untuk membantu distribusi air menuju lokasi yang membutuhkan penanganan. Sementara itu, perlengkapan pendukung lainnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar petugas selama menjalankan tugas pemadaman.

Salah satu mesin bantuan LPPOM juga telah diuji coba di kawasan hutan di belakang kampus Universitas Palangka Raya (UPR). Uji coba dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan sebelum digunakan dalam mendukung aktivitas penanganan karhutla.

VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranansasmita, M.Biomed, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar LPPOM sekaligus dukungan bagi petugas dan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar LPPOM untuk mendukung teman-teman yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Kami berharap seperangkat perlengkapan yang kami salurkan, termasuk mesin pompa air dan perlengkapan pendukung pemadaman lainnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebutuhan tim di lapangan,” ujar Raafqi.

Menurut Raafqi, bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang disampaikan oleh tim di lapangan. Dengan demikian, kontribusi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan simbolis, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung bagi petugas dan relawan yang menjalankan tugas penanganan karhutla.

Direktur LPPOM Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. Muliansyah, M.Si., menegaskan bahwa karhutla bukan semata persoalan lingkungan. Dampaknya dapat meluas hingga kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.

“Karhutla merupakan persoalan serius yang tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Muliansyah.

Menurutnya, kondisi kering yang masih menjadi perhatian pada September 2026 perlu diikuti dengan peningkatan kewaspadaan. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, khususnya pembakaran lahan secara tidak terkendali.  Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Muliansyah mengingatkan, dampak karhutla tidak berhenti pada terbakarnya hutan dan lahan. Asap yang ditimbulkan dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas masyarakat, mengurangi jarak pandang, serta berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan.

“Jangan menunggu api membesar untuk bertindak. Mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada memadamkannya setelah meluas,” tegasnya.

Penanganan karhutla membutuhkan sinergi lintas pihak. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan dan pendidikan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas memiliki peran dalam memperkuat upaya pencegahan maupun penanganan.

“Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat sinergi dalam pencegahan maupun penanganan karhutla,” kata Muliansyah.

Bagi LPPOM, dukungan terhadap penanganan karhutla merupakan bagian dari kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, diluar tugasnya terkait sertifikasi halal. Menjaga hutan dan lahan bukan hanya tentang mempertahankan kelestarian alam, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kehidupan dan masa depan generasi mendatang.

Melalui donasi keluarga besar LPPOM, tambahan perlengkapan fasilitas pemadaman diharapkan dapat membantu petugas dan relawan menjalankan tugas di lapangan. Dukungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada mereka yang berada di garis depan dalam menghadapi karhutla.

Pada akhirnya, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama. Tidak hanya melalui tindakan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melalui kesadaran untuk mencegah munculnya sumber api dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban, LPPOM memastikan dokumentasi dan berita acara penyerahan bantuan dilengkapi. Sementara itu, realisasi bantuan lainnya masih berjalan dan akan dilaporkan setelah seluruh bantuan tersalurkan. (YN)

Tags:

Info
LPPOM MUI
News
Update