Artikel & Berita Halal

Dari Makassar hingga Bulukumba, 95 Pelajar Semarakkan Gen Halal Championship 2026 

Muhamad Zulkifly
Muhamad Zulkifly

Sebanyak 95 pelajar dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan mengikuti babak penyisihan regional Gen Halal Championship pada Sabtu, 12 September 2026. Mereka berasal dari Kota Makassar, Gowa, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Pinrang, Soppeng, Barru, Takalar, dan Bulukumba. 

Babak penyisihan regional Sulawesi Selatan secara luring dilaksanakan di MAN 1 Makassar dan diikuti 81 peserta dari wilayah Makassar dan Gowa. Sementara itu, sebanyak 14 peserta lainnya yang berasal dari Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Pinrang, Soppeng, Barru, Takalar, dan Bulukumba mengikuti babak penyisihan secara daring. 

Keberagaman asal peserta menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan Gen Halal Championship 2026 di Sulawesi Selatan. Tidak hanya mempertemukan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota, kompetisi ini juga menunjukkan bahwa semangat untuk mempelajari dan memahami halal telah menjangkau generasi muda di berbagai wilayah. 

Dari Makassar hingga Bulukumba, keikutsertaan para pelajar Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa jarak dan kondisi geografis bukan menjadi batas untuk mendapatkan pengetahuan, mengasah kemampuan, dan berkompetisi. Semangat yang sama mempertemukan para peserta untuk belajar mengenai halal sekaligus mengenal lebih jauh peluang dan peran generasi muda dalam ekosistem halal. 

Direktur LPPOM Sulawesi Selatan, apt. Achmad Juwaeni, S.Farm, mengatakan bahwa Gen Halal Championship menjadi salah satu sarana bagi pelajar untuk menambah pengetahuan dan membangun pemahaman mengenai halal secara lebih luas dan mendalam. 

“Gen Halal Championship ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk menimba ilmu pengetahuan tentang halal. Halal bukan hanya tentang mengenal mana yang halal dan mana yang haram, tetapi juga bagaimana kita memahami, menerapkan, dan menjadikan nilai-nilai halal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi seorang muslim, halal merupakan kewajiban yang perlu dipahami dan diterapkan, sehingga pada akhirnya dapat menjadi bagian dari lifestyle,” kata Juwaeni. 

Pihaknya berharap terdapat perwakilan dari Sulawesi Selatan yang dapat lolos ke tahap berikutnya. Namun, menurutnya, pembelajaran mengenai halal tidak seharusnya berhenti setelah kompetisi berakhir. 

“Semoga ada perwakilan dari Sulawesi Selatan yang bisa lolos ke tahap berikutnya. Namun, setelah lomba ini selesai, harapannya pembelajaran tentang halal tidak berhenti sampai di sini. Ilmu yang diperoleh selama mengikuti Gen Halal Championship dapat terus disebarkan kepada keluarga, teman-teman, dan lingkungan sekitar, sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami dan menerapkan nilai-nilai halal,” ujarnya. 

Sementara itu, Commercial and Partnership Director LPPOM, Dr. Ir. Muslich, M.Si, mengatakan bahwa bagi LPPOM, pelaksanaan Gen Halal Championship memiliki makna yang sangat penting. Menurutnya, kompetisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi halal dapat bergerak dari pusat hingga ke lini grassroot dan menjangkau generasi muda di berbagai wilayah Indonesia. 

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim LPPOM Sulawesi Selatan yang telah bekerja keras melakukan sosialisasi dan membangun komunikasi dengan berbagai sekolah. Upaya memperluas jangkauan program hingga ke tingkat grassroot tentu membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kerja sama yang tidak sedikit,” ungkap Muslich. 

Pada saat yang sama, pihaknya menilai perkembangan industri halal menghadirkan peluang yang semakin luas bagi generasi muda. Industri halal tidak hanya membutuhkan pemahaman keagamaan, tetapi juga berbagai kompetensi yang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi. 

“Perkembangan industri halal juga menghadirkan peluang yang semakin luas bagi generasi muda. Industri ini membutuhkan berbagai kompetensi, mulai dari sains dan teknologi, bisnis, digital, komunikasi, keuangan, supply chain, hingga kewirausahaan. Dengan demikian, literasi halal bukan hanya tentang memahami suatu konsep, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi muda untuk mengenali peluang dan mengambil peran dalam ekosistem industri halal di masa depan,” jelas Muslich. 

Pihaknya pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gen Halal Championship 2026 di Sulawesi Selatan. “Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh sekolah, guru, peserta, dan Tim LPPOM Sulawesi Selatan atas dukungan dan kontribusinya. Selamat mengikuti babak penyisihan Gen Halal Championship 2026. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan memperoleh pengalaman terbaik,” tuturnya. 

Keikutsertaan 95 pelajar Sulawesi Selatan merupakan bagian dari rangkaian Gen Halal Championship 2026 yang diikuti 4.525 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta dari Tsukuba, Jepang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan melanjutkan perjuangan ke babak semifinal. 

Tahun ini, Gen Halal Championship diikuti oleh 4.525 peserta dari 33 provinsi, yang berasal dari 177 kota/kabupaten dan 443 sekolah, 35 peserta non muslim dan 1 peserta dari Jepang. Angka tersebut bukan sekadar capaian kuantitatif. Lebih dari itu, angka ini menunjukkan bahwa isu halal semakin mendapatkan perhatian dan relevansi di kalangan generasi muda. 

Gen Halal Championship 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan LPPOM bagi pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat. Memasuki tahun kedua atau Season 2, kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai halal sekaligus mengasah pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan karakter. 

Mengusung tema “Explore, Compete, Inspire”, Gen Halal Championship 2026 dikemas melalui rangkaian kegiatan yang mencakup webinar, seleksi berjenjang, hingga grand final. Kompetisi ini juga terbuka secara gratis bagi pelajar. 

Lebih dari sekadar mencari pemenang, Gen Halal Championship diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun pemahaman mengenai halal secara lebih luas dan aplikatif. Melalui kompetisi, para peserta tidak hanya ditantang untuk menguji pengetahuan, tetapi juga diajak melihat bagaimana prinsip halal hadir dalam berbagai aspek kehidupan. 

Dari Makassar hingga Bulukumba, keikutsertaan para pelajar Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa semangat belajar tentang halal dapat tumbuh di berbagai penjuru wilayah. Perbedaan jarak dan kondisi geografis bukan menjadi batas untuk mendapatkan pengetahuan, mengasah kemampuan, dan berkompetisi. 

Gen Halal Championship 2026 pun menjadi ruang yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah dalam semangat yang sama: belajar, berkompetisi, dan menginspirasi. Dari Sulawesi Selatan, semangat tersebut kini bergerak menuju panggung nasional, membawa harapan bahwa semakin banyak generasi muda yang memahami halal dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (ZUL)

Tags:

Info
LPPOM MUI
News
Sertifikasi Halal