Biaya Sertifikasi Halal menjadi topik yang paling banyak dipertanyakan oleh para pelaku usaha, importir, UMKM, hingga brand owner yang ingin memastikan bahwa Produk Anda memenuhi standar halal sesuai regulasi BPJPH. Tahun 2024 menjadi momentum penting karena aturan wajib sertifikasi halal 2024 telah berlaku bertahap, sehingga seluruh pelaku usaha perlu memahami biaya, mekanisme, dan strategi paling efisien untuk mendapatkan sertifikat halal secepat mungkin.
Artikel ini dirancang super lengkap, bernada persuasi halus, dengan gaya hypno selling yang mendorong Anda untuk segera mengambil keputusan terbaik terkait pengurusan sertifikat halal—agar Produk Anda tetap aman, legal, dan siap bersaing.

Apa Itu Sertifikasi Halal dan Mengapa Penting?
Banyak pelaku usaha masih mengira bahwa sertifikasi halal hanya kebutuhan opsional. Faktanya, sertifikasi halal adalah penanda resmi dari BPJPH bahwa produk yang Anda jual telah memenuhi standar proses, bahan, dan jaminan kehalalan sesuai syariat dan ketentuan perundangan.
Pentingnya sertifikasi halal:
- Wajib secara hukum (UU No.33 Tahun 2014 & PP turunannya)
- Menambah kepercayaan konsumen muslim yang menjadi mayoritas di Indonesia
- Meningkatkan akses ke marketplace, retail besar, hotel, restoran, dan jaringan distribusi
- Memperkuat brand value, terutama untuk produk impor dan ekspor
- Meningkatkan penjualan karena rasa aman pelanggan semakin tinggi
Bagi importir, sertifikasi halal juga menjadi bukti bahwa produk luar negeri telah melewati verifikasi kehalalan melalui pendamping sertifikat halal dan mekanisme pengajuan di BPJPH.
Update Terbaru Biaya Sertifikasi Halal 2024
Pertanyaan besar yang paling sering muncul adalah:
“Berapa sih Biaya Sertifikasi Halal di tahun 2024?”
Jawabannya: Tergantung skala usaha, jenis produk, dan proses sertifikasi yang dipilih.
Berikut gambaran lengkapnya:
Biaya Sertifikasi Halal untuk UMKM
Melalui skema reguler, biaya ditetapkan berdasarkan kompleksitas produk. Umumnya meliputi:
- Biaya pendaftaran di BPJPH
- Biaya audit oleh LPH
- Biaya lab uji makanan jika diperlukan
- Biaya pendamping sertifikasi halal (opsional namun sangat direkomendasikan untuk mempercepat proses dan menghindari kesalahan)
Rentang harga biasanya mulai dari Rp 300.000 – Rp 3.500.000, tergantung tipe produk dan kebutuhan pengujian.
Biaya Sertifikasi Halal untuk Industri Menengah – Besar
Untuk usaha menengah dan besar, biaya bisa mencapai:
- Rp 5.000.000 – Rp 15.000.000+, tergantung jumlah produk, lokasi fasilitas, dan kebutuhan pengujian lab.
- Produk impor biasanya membutuhkan verifikasi tambahan, termasuk cek dokumen luar negeri dan audit rantai pasok.
Biaya Sertifikasi Halal Gratis
Pemerintah melalui BPJPH menyediakan kuota sertifikasi halal gratis (Program Sehati).
Namun Anda perlu memperhatikan:
- Kuota terbatas dan hampir selalu cepat habis
- Pendaftaran sulit lolos jika dokumen tidak lengkap
- Banyak produk UMKM yang akhirnya menunggu lama atau tidak lolos verifikasi
Jika produk Anda ingin cepat terbit, brand ingin naik kelas, atau Anda memiliki jadwal produksi/distribusi ketat, maka sertifikasi halal reguler jauh lebih aman karena prosesnya lebih cepat, pasti, dan tidak bergantung kuota.
Komponen Biaya Sertifikasi Halal yang Perlu Anda Ketahui
Agar Anda memahami apa saja yang memengaruhi biaya, berikut rinciannya:
1. Pendaftaran Sertifikat Halal (BPJPH)
Proses diawali dengan membuat akun, mengisi data, dan mengajukan dokumen awal.
Panduan resmi dapat diakses melalui:
👉 https://halal.go.id/
Estimasi biaya sertifikasi halal dapat dicek disini : https://bpjph.halal.go.id/kalkulator-biaya-sh/
Pilih LPH LPPOM sebagai Lembaga No.1 Sertifikasi Halal, yang sudah mengeluarkan ribuan sertifikat halal untuk pelaku usaha di Indonesia dan global.
2. Audit LPH (Lembaga Pemeriksa Halal)
Audit meliputi:
- Pemeriksaan bahan
- Pemeriksaan proses
- Pengecekan fasilitas produksi
- Dokumentasi sistem jaminan produk halal
Biaya audit sangat bervariasi tergantung lokasi dan jumlah produk.
detail dapat ditanyakan ke CS Halal : klik disini
3. Lab Uji Makanan
Tidak semua produk membutuhkan pengujian, namun untuk produk yang sensitif (daging, minuman fermentasi, produk kimia tertentu, flavor, impor), lab uji makanan diperlukan untuk memastikan tidak ada kandungan haram.
Biaya lab dapat ditanyakan ke CS Lab : klik disini
4. Biaya Pendamping Sertifikasi Halal
Menggunakan pendamping sertifikasi halal sangat disarankan karena:
- Mempercepat proses
- Menghindari dokumen ditolak
- Memastikan alur sesuai regulasi
- Menurunkan risiko audit gagal
- Aman untuk importir dan UMKM dengan SKU banyak
Pendamping biasanya menyediakan layanan mulai:
- Penyusunan dokumen
- Upload di sistem
- Konsultasi bahan dan formula
- Pengajuan ke BPJPH
- Pendampingan audit LPH
Biaya sertifikasi halal bervariasi tergantung kompleksitas produk.
Detail dapat ditanyakan ke CS Halal : klik disini
Cara Daftar Sertifikat Halal Reguler (Langkah Paling Efisien)
Berikut alur cara daftar sertifikat halal yang paling umum:
- Persiapan dokumen wajib, termasuk data bahan, pemasok, fasilitas produksi
- Pengajuan sertifikat halal melalui akun SiHalal
- Pembayaran biaya pendaftaran sertifikat halal
- Upload dokumen Sistem Jaminan Produk Halal
- Penentuan LPH untuk audit
- Audit lapangan
- Rekomendasi auditor
- Penerbitan sertifikat halal BPJPH
Jika Anda tidak terbiasa dengan dokumen halal, menggunakan pendamping sertifikat halal sangat memudahkan.
Perbedaan Sertifikasi Halal Gratis vs Reguler (Mana Lebih Baik?)
| Aspek | Gratis (Sehati) | Reguler |
| Kuota | Sangat terbatas | Tidak terbatas |
| Waktu | Bisa lama | Jauh lebih cepat |
| Fleksibilitas | Ketat, hanya UMK | Semua skala usaha |
| Kelayakan | Sering gagal | Lebih pasti |
| Kecepatan | Rendah | Tinggi |
| Dokumen | Sangat detail | Lebih fleksibel |
Jika Anda benar-benar ingin Produk Anda terbit sertifikat halal tanpa menunggu, reguler adalah pilihan paling strategis.
Kapan Produk Anda Wajib Sertifikasi Halal?
Mulai 2024, produk berikut wajib sertifikasi halal:
- Makanan & minuman
- Bahan baku makanan
- Produk sembelihan
- Produk hasil samping makanan
- Produk impor yang dijual di Indonesia
Aturan ini tidak bisa dihindari. Makin cepat Anda memulai, makin aman bisnis Anda berjalan.
Kesalahan Fatal Saat Mengurus Sertifikat Halal
- Tidak memahami aturan
- Dokumen tidak lengkap
- Bahan tidak jelas pemasoknya
- Tidak memakai pendamping
- Salah memilih LPH – rekomendasi LPH terbaik : LPH LPPOM
- Produk impor tidak punya bukti rantai pasok
Kesalahan-kesalahan ini membuat banyak pelaku usaha menghabiskan biaya sertifikasi halal lebih besar dan waktu lebih lama.
Cara Buat Sertifikat Halal dengan Cepat dan Tanpa Ribet
Anda bisa melakukan semua proses sendiri, namun jika Anda ingin:
- Proses lebih cepat
- Tidak ada penolakan
- Dokumen rapi
- Audit lancar
- Sertifikat halal BPJPH terbit tepat waktu
Maka menggunakan jasa pendamping sertifikasi halal profesional adalah pilihan paling efisien.
Anda tinggal fokus pada produksi dan penjualan; pendamping mengurus teknisnya.
Siap Mengurus Sertifikasi Halal Anda?
Jangan tunggu sampai aturan wajib sertifikasi halal membuat produk Anda tidak bisa dijual.
Jangan menunggu kuota gratis yang tidak pasti.
Jangan menunda hingga audit semakin ketat.
Daftar Sertifikasi Halal Reguler sekarang, proses lebih cepat, aman, dan pasti.
Klik di sini untuk cek kesiapan halal produk Anda
Siap Dipandu Hingga Lolos Sertifikasi Halal?
Dapatkan pendampingan dari tim ahli kami untuk lolos audit halal resmi BPJPH dengan cepat dan mudah.