LPPOM Jawa Timur memperkuat kapasitas dan wawasan melalui Benchmark Capacity Building & Visit Laboratorium ke Malaysia. Dalam kegiatan ini, LPPOM Jawa Timur berkesempatan mempelajari secara langsung pengelolaan laboratorium bersama MyHAC serta bertukar pengalaman dengan JAKIM.
LPPOM Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan dalam mendukung pelaksanaan tugas serta layanan pemeriksaan halal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Benchmark Capacity Building & Visit Laboratorium bersama Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM) dan Malaysia Halal Analysis Centre (MyHAC) yang berlangsung pada 25–28 September 2026 di Malaysia.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan LPPOM Jawa Timur berkesempatan mengunjungi laboratorium MyHAC dan melihat secara langsung fasilitas laboratorium kimia dan biologi. Kunjungan ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperoleh wawasan mengenai pengelolaan dan pengembangan kapasitas laboratorium dalam mendukung kebutuhan industri serta ekosistem halal.
Bagi LPPOM Jawa Timur, kunjungan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas melalui pertukaran pengalaman dengan lembaga halal di Malaysia. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi wawasan tambahan dalam mendukung pengembangan kompetensi dan pelaksanaan layanan LPPOM Jawa Timur.
Direktur LPPOM Jawa Timur, Prof. Dewi Melani Hariyadi, menyampaikan apresiasi atas sambutan serta kesempatan pembelajaran yang diberikan oleh JAKIM dan MyHAC.
“Kami berterima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada LPPOM Jawa Timur untuk belajar dan mendapatkan insight secara langsung. Ini menjadi langkah bagi LPPOM untuk siap berkiprah di kancah halal global. Kami juga berharap kolaborasi halal ke depan tidak hanya melalui BPJPH, tetapi dapat melibatkan LPPOM,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dewi juga memperkenalkan LPPOM yang berkantor pusat di Bogor di bawah kepemimpinan Ir. Muti Arintawati, M.Si. selaku Direktur Utama LPH LPPOM, dengan jaringan 34 perwakilan di berbagai provinsi Indonesia.
Selain kunjungan laboratorium, kegiatan ini juga menjadi ruang knowledge sharing antara LPPOM Jawa Timur, JAKIM, dan MyHAC. Pertukaran pengalaman dilakukan untuk memahami perkembangan dan tantangan yang dihadapi dalam mendukung kebutuhan industri serta penguatan ekosistem halal.
Perwakilan MyHAC, Siti Noraini, menyambut baik kunjungan LPPOM Jawa Timur dan mengajak rombongan melihat langsung laboratorium kimia dan biologi.
“Kami sangat mengalu-alukan (menyambut baik-red) kunjungan LPPOM Jawa Timur. Pertukaran pengalaman seperti ini penting untuk memahami bagaimana kapasitas laboratorium dapat terus mendukung kebutuhan industri dan ekosistem halal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustaz Naim dari JAKIM turut hadir dalam diskusi dan berbagi perspektif mengenai tantangan serta peluang kerja sama halal.
“Kunjungan ini menjadi ruang yang baik untuk saling berkongsi (berbagi-red) pengalaman dan memahami perkembangan ekosistem halal di Indonesia dan Malaysia. Kami melihat adanya ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, LPPOM Jawa Timur tidak hanya memperoleh kesempatan untuk melihat praktik laboratorium secara langsung, tetapi juga memperluas wawasan dan membangun komunikasi dengan lembaga halal di Malaysia. Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya LPPOM Jawa Timur untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam menjalankan perannya di daerah.
Kegiatan Benchmark Capacity Building & Visit Laboratorium ini diharapkan dapat menjadi momentum berkelanjutan bagi knowledge sharing, peningkatan kapasitas, dan pertukaran pengalaman antara LPPOM Jawa Timur, JAKIM, dan MyHAC. (Fatkhan/Ed.YN)